nice lern to our blog

manajemen kepondokmoderenan

TUGAS PENGANALISISAN PERSAMAAN MANAJEMEN KEPONDOK MODERENAN DENGAN MANAJEMEN STRATEGIK Oleh : Daud Haekal Haw...

Selasa, 10 Oktober 2017

Sejarah Akuntansi Syari’ah


Sejarah Akuntansi Syari’ah
Pada awalnya akuntansi merupakan bagian dari ilmu pasti, yaitu bagian dari ilmu pengetahuan yang berhubungan dengan masalah hokum alam dan perhitungan yang bersifat memiliki kebenaran absolute. Sebagai bagian dari ilmu pasti yang perkembangannya bersifat akumulatif, maka setiap penemuan metode baru dalam akuntansi akan menambah dan memperkaya ilmu akuntansi tersebut. Bahkan pemikir akuntansi pada awal perkembangannya merupakan seorang ahli matematika seperti kluca Paciolli dan Musa Al-Khawarizmy. Akuntansi yang kita kenal sekarang di klaim berkembang dari peradaban barat (sejak Paciolli) padahal apabila dilihat secara mendalam dari proses lahir dan perkembangannya, terlihat jelas pengaruh keadaan masyarakat atau peradaban sebelumnya yunani maupun Arab Islam.

Perkembangan akuntansi dengan domain arithmetic qualitynya sangat ditopang oleh ilmu lain khususnya arithmetic, algebra, mathematichs, alghoritm pada abad ke 9M. ilmu ini lebih dahulu berkembang sebelum perkembangan bahasa. Ilmu penting ini ternyata dikembangkan oleh filosofi Islam yang terkenal yaitu Abu Yusuf Ya’kub bin Ishaq Al Kindi yang lahir tahun 801M. juga Al Karki (1020) dan Al-Khawarizmy yang merupakan asal kata dari alqhorithm, algebra juga berasal dari kata Arab yaitu “al jabr”. Demikian juga penemuan Al-khawarizmy yang disebut angka arab sudah dikenal sejak 830M, yang sudah diakui oleh Hendriksen penulis buku”Accounting theory” merupakan sumbangan arab Islam terhadap akuntansi. Kita tidak bisa membayangkan apabila neraca disajikan dengan angka romawi, misalnya angka 1843 akan ditulis MDCCCXLIII. Bagaimana jika kita menyajikan neraca IBM yang memerlukan angka triliunan? Sebenarnya, Al Khawarizmy lah yang memberikan kontribusi besar bagi perkembangan matematika modern Eropa. Akuntansi Modern yang dikembangkan dari persamaan algebra dengan konsep-konsep dasarnya untuk digunakan memecahkan persoalan pembagian harta warisan secara adil sesuai dengan syari’ah yang ada di AlQur’an, perkara hokum dan praktik bisnis perdagangan.

Sebenarnya, sudah banyak pula ahli akuntan yang mengakui keberadaan akuntansi Islam itu, misalnya RE Gambling, William Roget, Baydoun,Hayashi dari jepang dan lain lain. Seperti Paciolli dalam memperkenalkan system double entry melalui ilmu matematika. System akuntansi dibangun dari dasar kesamaan akuntansi Aset=Liabilittas+Ekuitas. Karena aljabar ditemukan pertama tama oleh ilmuwan muslim di zaman keemasan Islam, maka sangat logis jika ilmu akuntansi juga telah berkembang pesat di zaman itu, paling tidak menjadi dasar perkembangannya (Nurhayati, 2013: 80-81).

Akuntansi merupakan salah satu profesi tertua di dunia. Dari sejak zaman prasejarah, keluarga memiliki perhitungan tersendiri untuk mencatat makanan dan pakaian yang harus mereka persiapkan dan mereka gunakan pada saat musimdingin. Ketika masyarakat mulai mengenal adanya “perdagangan” maka pada saat yang sama mereka telah mengenal konsep nilai (value) dan mulai mengenal sistem moneter (monetery system). Bukti tentang pencatatan (bookkeeping) tersebut dapat ditemukan dari mulai kerajaan Babilonia (4500 SM), Firaun Mesir dan kode- kode Hammurabi (2250 SM), sebagaimana ditemukan adanya kepingan pencatatan akuntansi di Elba, Syria Utara.

Walaupun akuntansi telah dimulai zaman prasejarah, saat ini kita hanya mengenal Luca Paciolli sebagai Bapak Akuntansi Modern. Paciolli, seorang ilmuwan dan pengajar di beberapa universitas yang lahir di Tuscany- Italia pada tahun 1445, merupakan orang yang  dianggap menemukan persamaan auntansi untuk pertama kali pada tahun 1494 dengan bukunya: Summa de Arithmetica Geometria et Proportionalita (A Review of Arithmetic, Geometry dan Proportions). Dalam buku tersebut, beliau menerangkan mengenai double entry book keeping sebagai dasar perhitungan akuntansi modern, bahkan juga hampir seluruh kegiatan rutin akuntansi yang kita kenal saat ini seperti penggunaan jurnal, buku besar (ledger) dan memorandum. Pada penjelasan menegenai buku besar telah termasuk mengenai aset, utang, modal, pendapatan dan beban. Ia juga telah menjelsakan mengenai ayat jurnal penutup (closing entries) dan menggunakan neraca saldo (trial balance)  untuk mengetahui saldo buku besar (ledger). Penjelasan ini memberikan dasar yang memadai untuk akuntansi, etika juga akuntansi biaya. Sebenarnya, Luca Paciolli bukanlah orang yang menemukan double entry book keeping system, mengingat sistem tersebut telah dilakukan sejak adanya perdagangan antara Venice dan Genoa pada awal abad ke- 13 M setelah terbukanya jalur perdagangan antara Timur Tengah dan kawasan Mediterania. Bahkan, pada tahun 1340 bendahara kota Massri telah melakukan pecatatan dalam bentuk double entry. Hal ini pun diakui oleh Luca Paciolli bahwa apa yang dituliskannya berdasarkan apa yang telah terjadi di Venice sejak satu abad sebelumnya.



Menurut Peragallo, orang yang menuliskan double entry pertama kali adalah seorang pedagang yang bernama Benedetto Cotrugli dalam buku Della Mercatua edel Mercate Perfetto pada tahun 1458 namun baru diterbitkan pada tahun 1573. Menurut Vernon Kam (1990), ilmu akuntansi diperkenalkan pada zaman Feodalisme Barat. Namun, setelah dilakukan penelitian sejarah dan arkeologi ternyata banyak data yang membuktikan bahwa jauh sebelum penulisan ini sudah dikenal akuntansi. Perlu diingat bahwa matematika dan sistem angka sudah dikenal Islam sejak abad ke- 9 M. Ini berarti bahwa ilmu matematika yang ditulis Luca Paciolli pada tahun 1491 bukan hal yang baru lagi karena sudah dikenal Islam 600 tahun sebelumnya. Dalam buku  “Accounting Theory”,  Vernon Kam (1990) menulis: “Menurut sejarahanya, kita mengetahui bahwa sistem pembukuan double entry muncul di Italia pada abad ke- 13. Itulah catatan yang paling tua yang kita miliki mengenai sistem akuntansi “double entry” sejak abad ke- 13 itu. Namun adalah mungkin sistem double entry sudah ada sebelumnya”. Hendriksen, dalam buku “Accounting Theory” menulis: “...the introduction of Arabic Numerical greatly facilitated the growth of  Kutipan ini menandai anggapan bahwa sumbangan Arab terhadap perkembangan disiplin akuntansi sangat besar. Dapat kita catat bahwa penggunaan angka Arab mempunyai andil besar dalam perkembangan ilmu akuntansi. Artinya besar kemungkinan bahwa dalam peradaban Arab sudah ada metode pencatatan akuntansi. Bahkan mungkin mereka yang memulainya. Bangsa Arab pada waktu itu sudah memiliki administrasi yang cukup maju, praktik pembukuan telah menggunakan buku besar umum, jurnal umum, buku kas, laporan periodik dan
penutupan buku. Majunya peradaban sosial budaya masyarakat Arab waktu itu tidak hanya pada aspek ekonomi atau perdagangan saja, tetapi juga pada proses transformasi ilmu pengetahuan yang berjalan dengan baik. Selain aljabar, Al Khawarizmy (logaritma) juga telah berkembang ilmu kedokteran dari Ibnu Sina (Avicenna), kimia karya besar Ibnu Rusyd (Averos), ilmu ekonomi (Ibnu Khaldu) dan lain- lain. Jadi pada masa itu Islam telah menciptakan ilmu murni atau pure science (aljabar, ilmu ukur, fisika, kimia) dan juga ilmu terapan atau applied science (kedokteran, astronomi dan sebagainya).
Menurut Littleton (dalam Boydoun, 1959) perkembangan akuntasi di suatu dipengaruhi oleh perkembangan pada saat atau periode waktu tersebut dan masyarakat lainnya. Mengingat bahwa Paciolli sendiri telah mengakui bahwa akuntansi lebih dilakukan satu abad sebelumnya dan Venice sendiri telah menjadi salah satu pusat perdagangan terbuka, maka sangat terbuka kemungkinan bahwa telah terjadi pertukaran informasi dengan para pedagan muslim yang telah mengembangkan hasil pemikiran dari ilmuwan muslim. Lieber (dalam Boydoun, 1968), menyatakan bahwa para pemikir di Italia memiliki pengetahuan tentang bisnis yang baik disebabkan hubungannya dengan rekan bisnis muslimnya. Bahkan, Have (1976) mengatakan bahwa Italia meminjam konsep double entry dari Arab. Para ilmuwan muslim sendiri telah memberikan kontribusi yang besar, terutama danaya penemuan angka nol dan konsep perhitungan desimal. Mengingat orangorang Eropa mengerti aljabar dengan menerjemahkan tulisan dengan bangsa Arab, tidak mustahil bahwa merekalah yang pertama kali melakukan book keeping (Heaps dalam Napier, 2007). Para pemikir Islam itu antara lain: Al Kashandy, Jabir Ibnu  Hayyan, Ar Razy, Al Bucasis, Al Kindy, Al Khawaizmy, Avicenna, Abu Bacer dan Al Mazendarany. Transformasi ilmu pengetahuan dan teknologi yang terjadi pada masyarakat Arab menarik sejumlah kalangan ilmuwan dari Eropa seperti Leonardo Fibonaccida Pisa yang melakukan perjalanan ilmiahnya ke Timur Tengah. Dialah yang mengenalkan angka Arab dan aljabar atau metode perhitungan ke benua Eropa pada tahun 1202 melalui bukunya yang berjudul “Liber Abacci” serta memasyarakatkan penggunaan angka Arab tersebut pada kehidupan sehari-  hari termasuk dalam kegiatan ekonomi dan transaksi perdagangan. Semantara teknik tata buku berpasangan di Eropa itu sendiri dimulai pada tahun 1135 M di Palermo, Sicily, Italia yang menunjukan dominasi pengaruh pencatatan pembukuan Arab. Selain dari bangsa Eropa yang belajar ke Timur Tengah, pedagang- pedagang Muslim pun tak kalah andilnya di dalam mensyiarkan (transformasi) ilmu pengetahuan. Ini dimungkinkan, mengingat kekuasaan Islam saat itu telah menyebar hampir separuh daratan Eropa dan Afrika, dari Jazirah Arab meluas ke Byzantium, Mesir, Suriah, Palestina, Irak (Mesopotamia, Persia, seluruh Afrika Utara) berlanjut ke Spanyol dengan penyerbuan pasukan yang dikomandani Panglima Jabal Thariq (kemudian dikenal dengan selat Giblartar), ke Italia dan daerah- daerah Asia Timur sampai perebatasan Cina.

Terjadinya proses transformasi ilmu pengetahuan tadi, juga dimungkinkan mengingat Al-Qur’an yang menyerukan semua orang untuk berdakwah. Kota- kota yang  berada di wilayah kekuasaan Islam tersebut seperti Kairo, Alexandria, Damsyik, Baghdad merupakan pusat perdagangan internasional yang cukup pesat dan ramai. Melalui perdagangan inilah kebudayaan dan teknologi mslim tersebar di Eropa Barat, Amalfi, Venice, Pisa dan Genoa merupakan pelabuhan utama dan terpenting yang menghubungkan perdagang dari pelabuhan pedagang muslim di Afrika Utara dan Laut Tengah bagian timur, ke kota-  kota Kristen seperti Barcelona, Konstantinopel dan Acre. Apa yang dilakukan oleh Luca Paciolli memiliki kemiripan dengan apa yang telah disusun oleh pemikir muslim pada abad ke- 8- 10 M.

DAFTAR PUSTAKA
Sri Nurhayati, 2013, Akuntansi Syari’ah di Indonesia, Salemba IV, Jakarta.Sofyan, Syafri, harahap, 1997, Akuntansi Islam, Jakarta: Bumi Aksara.
Mohammad akhyar Adnan dan Michael Grafikin, The Syari’ah.
Husein Syahatah,  2001, Pokok-Pokok Pikiran Akuntansi Islam, (Ushul FikrinAlMuhasabi Al-Islami), alih bahasa khusnul Fatarib. Cet.1 (Jakarta: Akbar Media Eka Sarana)
Abdur Razzak Lubis, 2001, “kemandirian moneter, dalam Muhammad Ismail Yusanto  dkk.  Dinar Emas, solusi Krisis Moneter, cet.1 (Jakarta: PIRAC, SEM Institute, Infid)
Sigit Purnawan Jati, 2001 : “Seputar Dinar dan Dirham, Dalam Muhammad Ismail Yusanto dkk (ed.), Dinar Emas, solusi Krisis Moneter, cet.1 (Jakarta:PIRAC, SEM Institute, Infid)

1 komentar:

  1. According to Stanford Medical, It's in fact the ONLY reason women in this country get to live 10 years longer and weigh on average 19 kilos less than us.

    (And really, it is not related to genetics or some hard exercise and really, EVERYTHING related to "how" they are eating.)

    BTW, I said "HOW", not "WHAT"...

    Tap on this link to see if this easy questionnaire can help you unlock your true weight loss possibilities

    BalasHapus